Halo Rek! Sudah siap tempur buat interview besok? Selain nyiapin mental, kamu juga harus tahu “peraturan tidak tertulis” saat berhadapan dengan HRD. Ada hal-hal sepele yang bisa bikin kamu langsung diterima, tapi ada juga kesalahan kecil yang bisa bikin kamu langsung dicoret dari daftar.
Biar nggak salah langkah, Admin rumahloker.com/ sudah rangkumkan daftar Boleh vs Tidak Boleh yang wajib kamu khatamkan sebelum berangkat. Simak, Rek!
LAKUKAN INI : Biar HRD Kasih Nilai Plus
- Datang 15 Menit Lebih Awal: Ini harga mati. Datang lebih awal menunjukkan kalau kamu orang yang menghargai waktu dan beneran niat kerja. Kalau interview online, pastikan internet lancar 10 menit sebelum mulai.
- Riset Kecil-Kecilan: Minimal tahu perusahaan ini bergerak di bidang apa. HRD bakal seneng banget kalau kamu nyambung pas diajak ngobrol soal kerjaan mereka.
- Senyum dan Kontak Mata: Jangan nunduk terus kayak lagi nyari koin hilang. Tatap mata HRD dengan sopan (tapi jangan melotot ya!). Senyum tipis bakal bikin suasana jadi nggak terlalu kaku.
- Bawa Alat Tulis dan Berkas Cadangan: Meskipun sudah kirim lewat email, nggak ada salahnya bawa hardcopy CV dan pulpen sendiri. Ini tanda kalau kamu orang yang punya persiapan matang (persiapan backup).
JANGAN LAKUKAN INI : Biar Gak Langsung “Zonk”
- Main HP Saat Menunggu atau Interview: Begitu masuk area kantor, simpan HP di tas dan di-silent. Jangan sampai pas lagi asik ngobrol sama HRD, tiba-tiba ada notif “Shopee-pee-pee” atau suara ringtone lagu dangdut. Malu banget, Rek!
- Menjelekkan Tempat Kerja Lama: Walaupun di tempat lama kamu dizalimi, jangan pernah curhat atau ngomong buruk soal mantan bos/kantor lama. HRD bakal mikir, “Nanti kalau dia keluar dari sini, pasti bakal ngomongin jelek soal kita juga.”
- Nanya Gaji di Menit Pertama: Ibarat lagi PDKT, jangan baru kenalan langsung nanya “Nanti maharnya berapa?”. Biarkan HRD jelasin dulu tugasnya, biasanya soal gaji bakal dibahas di akhir atau di sesi khusus.
- Pakaian “Suka-suka Gue”: Pakai kaos oblong atau celana jeans belel itu big no. Meskipun perusahaannya santai (kayak startup), tetep pakai kemeja rapi biar kamu kelihatan menghormati kesempatan yang dikasih.